tahun pertama pemilu bikin huahhh...
memilih atau tidak memilih alias golput adalah hak asasi. tetapi sebagai warga indonesia yang bertanggung jawab saya memilh salah satu dari dua kandidat yang ada, dan itu sangat rahasia. pilihan saya akan jadi presiden beneran atau tidak jadi presiden juga yang penting saya sudah memilih. memang sesuai hati nurani, dan dari perkumpulan hati nurani satu keluarga besar saya hati nurani kami berwarna warni ada yang di kubu satu dan di kubu dua. meraka saling menggebu menyerukan pilihan hati nurani mereka. jujur saya sangat tidak suka, karena pada akhirnya mungkin akan menimbulkan kekisruhan yang merajalela diantara kami. walaupun sebenarnya saling menggebu itu hak asasi kami semua asal tidak sampai melaanggar hukum, tetapi ini mungkin akan mengganggu kestabilan kerukunan diantara kami. sampai dalam hati ini saya hanya tertawa sambil berkata capres dan cawapres yang kalian gebu itu tidak akan tahu sodara-sodara, kita berselisihpun para petinggi itu tidak akan mendamaikan kita, mereka tidak akan tahu siapa kita, orang kita ngasih satu suara saja meraka tidak tahu. yang bisa meraka rasakan adalah kalau tidak menang ya kalah, oh rakyat memilih segini oh rakyat nggak milih itu saja. ya yang meraka tahu itu cuma rakyat indonesia cobalah berpikir cerdas sebagai warga negara sebagai satu keluarga yang tidak akan terpecah hanya demi dua orang yang tidak kenal kita, jangan sampai fitnah itu bersenang senang sementara kami berselisih. siapapun presidennya dia bukan lah Tuhan. jadilah bangsa Indonesia yang sewajarnya saja yang sesuai dengan ideologi bangsa indonesia yang berpengang teguh pada Pancasila.